Life begins at The End of Comfort Zone

Iklan Semua Halaman

Life begins at The End of Comfort Zone

IT&News CAAIP team
13.6.21

(Source of picture : Wikipedia)

 
Ketika Captain Gianluigi Aponte masih menjadi nakhoda kapal, dia tidak pernah tahu bahwa suatu saat dia akan menjadi pemilik perusahaan pelayaran terbesar kedua di dunia.

Meninggalkan karir sebagai nakhoda kapal pada 1970 dan beralih menjadi pemilik perusahaan pelayaran, dia membeli kapal pertamanya yang bernama MSC Patricia dengan pinjaman bank. Saat ini setelah 51 tahun berlalu, Mediterranean Shipping Company memiliki total armada sebanyak 591 kapal dan merupakan perusahaan pelayaran terbesar kedua di dunia, hanya kalah dari Maersk Line yang merupakan perusahaan pelayaran terbesar di dunia.

Apakah alumni AIP/PLAP/STIP memiliki kesempatan yang sama dengan Capt Gianluigi Aponte dalam meniti karir? Mari kita ulas sedikit mengenai hal ini.

Menjadi pemilik kapal butuh beberapa hal dan bisa dilakukan oleh siapapun. Tidak ada miracle dalam usaha menuju kesana, yang ada hanya kerja keras, ulet dan menikmati proses yang dijalankan. Hal utama yang dibutuhkan untuk mencapai kesana tentu dimulai dari keberanian keluar zona nyaman sebagai perwira kapal, sebagai menager atau direktur perusahaan. Hanya sedikit manusia yang menjadi pengusaha langsung saat dia lulus bangku sekolah, umumnya setelah mengalami perjalanan karir yang mapan baru dia banting setir meninggalkan kenyamanan jabatan.

Berikut adalah rangkuman hal-hal yang dibutuhkan untuk menjadi milyarder pengusaha kapal.

1. Keberanian
2. Kemauan kerja keras
3. Komitmen
4. Network
5. Sedikit modal.

Hampir semua lulusan AIP/PLAP/STIP memiliki keberanian dan kemauan kerja keras, karena memang pendidikannya sudah menanamkan 2 hal tersebut sebagai modal awal taruna-taruninya. Selanjutnya kita bahas 3 hal lain yang harus dikembangkan agar cita-cita tersebut bisa tercapai.

Sangat jarang orang membeli kapal niaga tanpa ada kejelasan apa yang akan dikerjakan, apalagi membeli kapal menggunakan uang sendiri. Membeli kapal di Indonesia masih ibarat pertanyaan mana lebih dahulu antara telur atau ayam. Membeli kapal harus memiliki SIUPAL, sementara memiliki SIUPAL harus ada kapal yang didaftarkannya. Khusus bagian ini akan dijelaskan dalam sesi khusus bagaimana mensiasati hal tersebut.

Kita sadari bahwa lingkungan dan society tempat dimana lulusan AIP/PLAP/STIP berada umumnya adalah di industri maritim. Disanalah tempat kita memulai segala sesuatu yang akan mengarah kepada enterpreneurship. Menjalin network adalah modal utama sebelum mulai dengan memiliki kapal. Setiap orang harus mencari jaringan penyewa kapal, pemilik muatan, operator kapal, keagenan kapal, regulator, klasifikasi sampai kepada pihak perbankan yang mendanai industri maritim. Hubungan dengan pihak-pihak itulah yang kelak akan menentukan perjalanan awal karir seorang menjadi pengusaha.

Untuk lulusan STIP yang bercita-cita menjadi seperti Capt Gianluigi Aponte bisa memulai ditahap awal dengan memiliki NPWP dan disiplin membayar pajak. Selanjutnya usahakan tidak pernah bermasalah dengan perbankan, apalagi sampai berhutang dan tidak membayar. Jangan sampai meninggalkan jejak buruk dimata perbankan, usahakan memiliki tabungan yang selalu bertambah setiap tahunnya walaupun tidak banyak.

Sikap baik untuk selalu mendahulukan kebutuhan ketimbang keinginan adalah hal mutlak untuk membiasakan diri mengatur cash flow. Jangan silau dengan kemewahan, karena kemewahan pantang dibeli dengan kredit. Selanjutnya bersosial dengan kalangan maritim yang suatu saat bisa memberikan kontrak kapal, mengajari cara berusaha, dan mencontohkan bagaimana cara kuat bertahan di tahap-tahap awal beralih profesi. Selagi masih merencanakan untuk menjadi penguaaha, teruslah membangun network. Tidak dengan berdiam diri, tetapi beranilah tampil sebagai lulusan STIP yang baik. Sekali lagi, tidak ada keajaiban dalam meniti karir, yang ada hanya kerja keras dan keberanian. Mudah kan? 

(zah). Sekum - CAAIP Periode 2020-2023